10 Longest Days of My Life, So Far

Hallo guys. Udah lama gua ga update ini blog dikarenakan satu dan lain hal. Langsung aja ya kita mainkan!

Sekarang gua pingin sharing aja sih (bukan ngasih info lagi) tentang 10 hari terlama dalam hidup gua saat gua melaksanakan yang namanya  RINDAM (Resimen Induk Derah Militer) IX / Udayana (anjir ngebayanginnya aja udah males. Tapi gapapa dah biar pada ada bayangan aja.) yang terletak didaerah Tabanan, Bali yang gua dan anak-anak batch 9 alamin sekitar 10 hari sebelum kita terjun ke BIFA. Emang sih tujuannya bagus banget. Apa lagi temanya itu adalah “diklat mental dan disiplin siswa”  beuuh ajib gilakan tuh temanya. Cuman yaaa..gitu…. Manis untuk dikenang, pahit untuk di ulang, fixed. Disini emang kita diperlakukan secara semi-militer dari mulai tata cara makan, beresin kasur, mandi, beresin barak, melipat pakaian, baris, jalan, dan sebagainya. Kalo kata pelatih Ketut “kalian disini diatur dari mulai ujung rambut sampai ujung kaki, dari pagi sampai pagi lagi” jadi ya mau ga mau kita kudu nurut sama peraturan yang ada disana. Yoweslah, langsung gua mulai aja ya dibedah hari perhari apa aja yg gua alamin disana (tapi ini cuma seinget gua doang ya ga seutuhnya. Maklum, gua nulis ini sebulan setelah rindam usai).

Day 0

Yak, kenapa ada hari 0? Karena pas kita pertama kali dateng ke Bali, kita langsung di jemput oleh beberapa senior-senior kita dari BIFA dan langsung di hantarkan ke tempat rindam yang terletak di daerah Udayana, Bali. Sesampainya di tempat rindam, kita langsung disuruh memikul koper kita masing-masing yg beratnya pasti lebih dari 25kg dan harus sambil jalan jongkok menuju lapangan. GILA….itu GILA…. ga mikir banget apa itu koper berat segitu harus dipikul sambil jalan jongkok???!! Tapi, karena banyak yg ga bisa, akhirnya kita boleh bawa koper kita masing-masing dengan normal tapi setelah itu kembali jalan jongkok menuju lapangan. Di lapangan kita diwajibkan meninggalkan dan menanggalkan seluruh barang berharga kita (HP, dompet, laptop, jam tangan, iPod, dkk) untuk dibawa langsung ke kampus oleh senior-senior kita. Setelah awal penderitaan yg ga ada apa-apanya itu, kita disuruh mengambil tas hijau yg berisi peralatan-peralatan yg bakal dipakai selama rindam berlangsung dan itu lumayan berat dan kita disuruh memikul tas hijau itu dan jalan jongkok ke arah barak yang akan kami tempati Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ). Sore harinya, terjadilah upacara pembukaan resmi diklat rindam ini dan itu berarti……….. our nightmare is going to begin.

Day 1

Orientasi. Waktu SMA sih yg namanya orientasi ya Cuma gitu-gitu doangkan? Tapi disini yg namanya orientasi itu…………………. Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ) Щ(ºДºщ). Ya bayangin aja, di lapangan yg cukup besar, setiap ada bunyi sirine, kita harus ngumpet dibalik pohon yg berada dipinggir lapangan dan setiap ada bunyi pluit, kita harus menuju tengah lapangan dengan berlari –ga boleh jalan dan begitu seterusnya non-stop. Setelah beberapa menit kita digituin, kita disuruh merayap, merangkak, guling-guling, lompat bangau di lapangan yg abis ujan –which is becek-becek basah-basah coklat-coklat gimana gitu. Itu yang namanya nyawa kayanya udah diambang batas banget deh. Capeknya itu yarabb…… mana abis itu kita disuruh jalan kaki sepanjang ±3km dan ga dikasih minum sama sekali! Setelah balik lagi ketempat semula, kita disuruh nyebur ke kolam air kotor yang bahkan pada saat itu terlihat sangat menyegarkan sangking ausnya kali ya (tapi itu bener-bener seger banget pas nyebur menurut gua). Dan sore-malem gua lupa kita ngapain aja.

Day 2-4

Seinget gua aja ya, soalnya di 2 hari ini ga ada fotonya jadi yaa maklumin ajalah. Kalau ga salah di 2 hari ini kita dapet teori tentang PBB ( Pelatihan Baris Berbaris ), PPM ( Pelatihan Penghormatan Militer ), IMPK (Ilmu Medan Peta dan Kompas) dan Survival. Itu yang namanya ngantuk parah banget! Tapi ga boleh keliatan soalnya sekalinya keliatan yaaa… you got the reward called push up. Dan siangnya kita praktek PBB dan PPM TANPA MENGENAKAN BAJU SEHELAIPUN A.K.A TOPLESS……..you can imagine how sexy we are. Itu efek afterburnnya lumayan loh. Jadi kalo bisa yaa bawa bedak gatal atau apalah yg bisa dipake buat mengatasi kulit terbakar. Dan itu berlangsung selama  3 hari. Saat istirahat siang sebelum makan siang, akan ada yg namanya Binsik (Bina fisik). -Ini parah. Ini jahanam. Ini keterlaluan. Jam 12an, kita disuruh slow continuous  run keliling lapangan 2x putaran dan setelahnya kita dibawa ketengah lapangan untuk di “goreng” sambil push up, sit up, back up, pull up dimana matahari lagi terik-teriknya bersinar dan iya, kita ga pake baju, lagi……. ada juga ilmu Bela Diri Militer yang (katanya) menggabungkan antara silat, taekwondo, merpati putih, judo.

Day 5

Hari ini ada kunjungan dari Universitas DepHan dari beberapa negara ASEAN yang bertepatan dengan adanya kita batch 9 di rindam yang dimana pada akhirnya berdampak pada makin panjanglah waktu latihan PBB dan PPM kita beberapa hari lalu karena akan di show off-kan ke pada para tamu undangan yg berjumlah 100 orang lebih itu. Dan ada juga kegiatan outbond seperti flying fox, turun tebing, nyebrang tali 1 dan tali 2. Lumayan asiklah hari ini walaupun tetep aja ga ada asik asiknya di rindam itu sendiri.

Day 6

Entahlah gua lupa hari ini ngapain aja. Cuma seinget gua kalau ga salah hari ini ada latihan pemubuatan tenda dan pengenalan alat-alat yang bakal dipakai pas jungle and sea survival. Siangnya kita diajak beranang di kolam renang umum untuk mengetahui siapa-siapa aja yang ga bisa renang.

Day 7-9

Ini dia inti dari segala inti yang paling ditunggu-tunggu yaitu Jungle and Sea Survival. Pertama ya pastinya Jungle Survival dulu. Disini kita dilatih untuk bagaimana bisa han berthidup di hutan dengan memakan apa aja yang ada dihutan yang tentu saja aman bagi kita. Ilmu yg gua dapet disini “apapun yang dimakan binatang mamalia, bisa kita makan“ itulah kalimat yang diucapkan pelatih Sukarena sebagai pembimbing survival ini. Cara membuatan tenda, cara mencari daun-daunan yang bisa kita makan, mencari sumber air, membuat air, sampai cara menguliti dan memakan uler-pun kita diajarkan.

Keseokan harinya kita praktek IMPK dengan menggunakan map dan kompas yg udah dikasih sama pelatihnya. Lumayan seru sih. Jadi kita disuruh jalan nyari check poin yg udah ditentuin dari peta dengan menggunakan kompas (semacem berpetualang aja) dan puncaknya kita mendaki gunung Rider –tempat berlatihnya para Infanteri TNI tiap pagi dan malem yang cukup melelahkan karena pendakian yg agak curam dan saat turun gunungnya pun lumayan curam juga dan jalannya bebatuan. Sesampainya di titik finish (kira-kira kita jalan sekitar 5km), kita ke pinggir pantai entah-apa-namanya dan melakukan LCR. Diatihan LCR ini kita mendayung perahu TNI sampai ke batas yang telah ditentukan dan balik lagi ke pantai tapi, ditengah perjalanan, ceritanya ada serangan udara dan kita harus nyebur kelaut untuk menyelamatkan diri. Capek parah kegiatan ini tapi lumayan seru juga itung-itung nambah pengalaman. Abis kelar semuanya, mulailah sea survival kita -yang mungkin  lebih tepat disebut survival rawa laut karena kita emang ditaro di rawa laut dan membuat tempat tidur sediri di atas pohon bakau. Thank God pas hari itu hujan lebat banget ditambah air laut yang pasang jadi akhirnya batal sudah kita tidur di atas pohon dan akhirnya pindah ke pendopo dekat situ. Agak kurang berguna juga sih menurut gua sea survival ini. Cumaa ya mau gimana lagi. Nurut aja.

Besoknya lagi, kita balik ke Tabanan dan kegiatan di rindam udah semakin renggang. Maksudnya udah ga seekstrim kaya awal-awal masuk rindam lagi yang ga punya waktu istirahat bisa leha-leha dikasur dan sekarang kita punya waktu isitrahat yang cukup banyak untuk packing barang-barang untuk dibawa ke kampus BIFA.

Day 10

Resmi sudah setelah upacara penutupan yang dilakukan oleh seluruh siswa dan Capt. Wisnu (kepala sekolah BIFA)sebagai komandan upacara, SELELSAILAH 10 HARI TERLAMA DALAM HIDUP GUA AND I FEEL SO EXCITED ABOUT IT!!!! Yaudah, selesai upacara, kita dibawa ke kampus naik bus yang sudah tersedia dengan waktu tempuh sekitar 4 jam daaaan sampailah kita di kampus tercinta BIFA.

End.